Jumat, 26 Desember 2008

Diversifikasi menambah debit sumber uang


Bulan Oktober lalu Bank Investasi Lehman Brothers, Amerika Serikat telah rontok dan berdampak kepanikan seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak PHK terhadap para karyawan dari usaha-usaha besar dan kecil, tapi ada pula yang justru tetap dan semakin eksis.

Perumahan karyawan secara psicologis seperti punya rumah kebakaran tapi tidak punya selang air untuk memadamkan. Tahu tapi tidak bisa menolong apapun. Tahun 2008 diperkirakan ada dua puluh ribu karyawan dirumahkan, pesangon jadi masalah, masa depan jadi terasa berat.

Dalam menghadapi keadaan seperti ini yang dapat dilakukan adalah bertahan hidup dengan keuangan yang ada (jika punya tabungan), mengendalikan diri dari kebutuhan konsumtif, dan diversifikasi usaha.
Di dunia ini tidak ada yang aman, pengalaman sejarah telah membuktikan dan selalu berulang terjadi mulai dari krisis moneter, kejahatan terorganisir, kejahatan kecil-kecilan, perubahan sikap yang tidak punya rasa malu dan sebagainya.

Demi uang ada ibu tega menjual anaknya sebagai pemuas nafsu birahi, karena tidak punya uang seorang ibu meninggalkan anaknya dirumah sakit (anak yang bekerja di kebun saya adalah korban seorang ibu yang meninggalkan anaknya karena tidak punya uang untuk biaya persalinan dan masa depannya, sekarang diadopsi bu Manisem tetangga saya), merampok, mencuri, menjambret, perebutan lahan parkir menyebabkan kematian padahan teman sendiri dll.

Banyak yang beranggapan bahwa Uang adalah sumber penyebab kejahatan ... tetapi jika kita jeli menelaah masalah ini maka akan menemukan keadaan yang sebenarnya bahwa akar dari kejahatan adalah karena tidak punya uang. Jadi bukan uang yang jadi masalah tapi tidak punya uang adalah akar masalah itu.

Pokok dari pembicaraan ini saya menyarankan jangan terlena dalam keadaan posisi nyaman karena situasi yang akan terjadi nanti anda tidak tahu persisnya. Lebih baik selalu siaga di setiap keadaan. Saya tidak hanya omong besar karena saya melakukan sendiri sehingga saya bisa bicara pada anda.

Pekerjaan saya adalah PNS di Dinas Pertanian, istri saya PNS di Pendidikan, sebagai PNS gaji kami tidaklah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan maka saya membuka kios kelontong di depan rumah, saya berkebun dengan tanaman Durian, Jambu Getas Merah dan Jamaica, saya juga memelihara sapi yang saya gaduhkan pada tetangga. Saya juga pernah investasi di Pom Bensin dengan bagi hasil 3% (sekarang saya tarik untuk menambah sapi), dan saya juga melakukan Bisnis Internet , dari hasil inilah saya bisa membiayai anak saya kuliah dan biaya sekolah adik-adiknya, membuat rumah dan yang tidak kalah penting adalah membesarkan usaha.

Saya berpendapat Sungai yang airnya mengalir deras ada tiga penyebabnya, bisa saja satu sumber tapi debit airnya besar, bisa dari sumber yang kecil tapi banyak jumlahnya, atau dari air hujan yang tidak tahu kapan datangnya (keberuntungan).

Tidak punya uang adalah akar masalah
Agar Tetap punya uang lakukan diversifikasi

Selamat Berusaha

Rabu, 24 Desember 2008

Meraih kesuksesan dengan memelihara TUYUL


Kalau anda pernah melihat film TUYUL, maka terbayang di benak kita adanya cara mencari kekayaan dengan jalan sesat. Untuk mendapatkan nya dibutuhkan sarana yang berat seperti meminta korban dari keluarganya dan lain sebagainya. Itu Film sedang yang sebenarnya saya tidak tahu.

Untuk kali ini saya akan memperkenalkan TUYUL yang tidak sesat yang jika memelihara nya akan menuai kesuksesan di segala bidang usaha. Baiklah ....

TUYUL yang saya perkenalkan pada anda adalah sebuah singkatan dari TEKAT, USAHA, YAKIN, ULET, dan LARAS. Mari kita uraikan ...

TEKAT
Tekat adalah suatu kemauan yang keras untuk melakukan apa yang dimaui. Aksi dari tekat ini saya menyebutnya dengan kata Nekat. Hanya orang-orang yang berani saja yang mau melakukan tindakan ini seperti pepatah terlanjur basah ya mandi sekali.

USAHA
Saya berpendapat ... tak ada jalan pintas untuk sukses, tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan ... maka jalan yang harus kita tempuh adalah jalan Usaha. Usaha inilah sebagai sarana untuk merubah nasib.
Pohon yang besar menjulang ke langit tidak tumbuh secara tiba-tiba, pohon itu telah menjalani hidup dengan suka dukanya selama puluhan tahun (musim kering dan musim hujan, gangguan binatang dan tangan manusia), . Pohon ... berusaha keras menghunjamkan akarnya di kedalam bumi untuk menopang hidupnya, menjalarkan akarnya hingga puluhan meter untuk mendapatkan makanan sehingga dia mampu hidup. Hasil usaha itu adalah ... pohon yang besar kekar dengan cabang dan ranting yang melebar kuat, daun yang subur rimbun meneduhkan. Berusahalah terus dan nasib anda akan berubah.

YAKIN
Ya .... Yakinlah pada apa pilihan anda. Sir Francis Bacon berkata “ jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan.”
Saya berharap peganglah keyakinan itu sebab anda adalah orang yang hebat. Sejak kejadian anda dimulai, anda adalah orang yang hebat ... anda telah mengalahkan ribuan calon sudara anda dan mereka semua rela mati karena anda sudah mendahului masuk dalam indung telur ibu anda, setelah masa mengandung selesai maka lahirlah anda, jadi anda adalah orang yang hebat sejak dimulai kejadian anda. Anda jangan ragukan itu ... yakin kanlah bahwa anda bisa, mampu untuk meraih kesuksesan untuk selanjutnya.

ULET
Ulet adalah sikab mental pantang menyerah. Orang-orang yang sukses bukan berarti tidak pernah gagal, jatuh tetapi ... mereka tahu bahwa kesuksesan itu identik dengan kebangkitan. Boleh ... jatuh dan pastikan untuk segera bangkit. Tidak ada kata menyerah untuk sebuah kesuksesan.

LARAS
Laras adalah suatu tindakan yang memiliki aturan main, langkah kerja, panduan, urutan, perencanaan. Tidak dengan serta merta anda langsung sukses ... anda perlu setapak demi setapak, melangkah demi langkah, ya ... ada aturan main.

Milyader (Joko Susilo) untuk menjadikan usahanya berhasil dengan membuat aturan berupa formula 3 langkah aturan ini adalah urutan yang orang Jawa bilang Laras.

Sahabat saya yang hebat ... dengan memelihara TUYUL, anda akan meraih kesuksesan seperti apa yang anda harapkan dan hubungannya dengan Sumber Uang maka dengan memelihara TUYUL anda akan mampu meningkatkan debit Sumber Uang

Resep tuyul ini tidak seperti resep masakan. Resep Tuyul ini adalah bagian kecil dari sekian resep yang ada.

ENDRO SUNOTO, SP
Penyuluh Pertanian.

Jumat, 19 Desember 2008

Ketakutan akan membunuh anda

Pada Tahun 2005 saya dipercaya oleh Atasan saya ... menjadi tutor pelatihan petani Gerhan di Balai Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Di sela-sela materi inti saya sisipkan permainan dalam rangka memotivasi.

Dalam permainan kali ini saya menggunakan bahan berupa balon.
Permainannya adalah meniup balon sebesar-besarnya ... saya bagikan balon pada peserta pelatihan saat itu sekitar 30 balon.

Setelah semua kebagian maka permainan segera dimulai ... “bapak dan ibu saya mohon tiup balon sebesar-besarnya ... dimulai dari sekarang”

Selama proses permainan berlangsung saya mengamati, memperhatikan sikap mereka dengan cacatan sebagai berikut:
Ada yang meniup hingga balon meledak ... Daeaeaeaerrrr
Ada yang meniup sangat hati-hati,
Ada yang meniup belum sampai besar tapi udah berhenti,
Ada yang Cuma di pegangi saja.

Semua berhenti ... dan balon tetap dipegangi karena permainan belum selesai” kemudian saya tanya pada para peserta, saya harap peserta memberi pengakuan dengan sejujurnya.

Yang tidak ditiup ( Cuma mesam-mesem tidak menjawab sampil tengok kanan kiri).
Yang berhenti padahal belum selesai ...” sungkan, males, sambil (mesam-mesem)
Yang meniup dengan hati-hati ... “khawatir nanti balonnya meledak”
Yang meledak ... ya biasa gak apa-apa.
"Sekarang semua balon yang ditiup ... diledakkan", ... Daeaeaeaerrrr ... Daeaeaeaerrrr ... Daeaeaeaerrrr

Apa hikmah dari permainan ini, mari kita ulas dan anda bisa menambahkan dalam kolom komentar di bawah halaman ini.

Kenyataan dalam hidup ini sangat beragam dalam menghadapi persoalan (seperti meniup balon adalan contoh kecil)
Ada yang tidak mau menerima kenyataan (menolak), biasanya orang ini adalah orang-orang yang tidak bisa menerima perubahan, padalah kita mengetahui perubahan selalu ada di setiap detik, hari, minggu, bulan dan tahun. Mereka apatis, sok lebih berpengalaman, sok tahu.

Ada yang memang males, sungkan ... sekedar ikut-ikutan, tidak memiliki pendirian yang kuat.

Ada yang berlaku sangat hati-hati sekali, ada rasa ketakutan (takut meledak) ... baginya segalanya dilakukan dengan hati-hati atau mungkin memang takut.

Ada yang ceroboh ... tetapi mereka bersikap biasa saja, gak menyesal.

Setelah semua balon diledakkan saya berkata ... "ternyata balon yang meledak tidak mematikan, jika bapak-bapak tadi punya ketakutan sekarang bapak tahu sendiri, ketakutan ... kekhawatiran sebetulnya hanyalah sikap mental ... dan akan hilang setelah kita kerjakan apa yang kita takuti”.
Ini tidak berlaku bagi orang yang malas ... dasar pemalas (biasanya suka jadi penonton, suka mengkritik pedas, sok jadi penasehat ... tapi dia tak berbuat apa-apa)

Apa hikmah yang dapat kita ambil dalam membuat sumber uang. Anda jangan takut sebab ketakutan itulah yang akan membunuh kreatifitas anda sehingga anda tidak bisa membuat sumber uang. Apa yang anda takuti (dalam pengertian positif) maka akan menjadi biasa setelah kita kerjakan.

Anda harus bisa membedakan antara ketakutan positif dan ketakutan negatif
Anda takut sama Ayah, pantas selalu menghindar ... ( - )
Anda takut tidak kaya (miskin), pantas anda membuat sumber uang ... (+)
Anda takut tidak lulus, pantas anda rajin belajar ... (+)
Anda takut ular, anda takut naik sepeda motor, anda takut sama guru, ....

Nah sekarang apa yang anda takutkan (+,-) anda yang tahu.

Kalau mas Endro Sunoto bagaimana ...
Ya saya takut sama siksa Tuhan, maka saya berbuat mengikuti perintahnya.
Saya takut tidak kaya karena saya punya prinsip ... lebih baih besuk saya mati meninggalkan warisan dari pada mati meninggalkan hutang, beban, kesengsaraan.

So ... apa ketakutan anda, takutlah pada hal-hal yang ketika anda takut itu berdampak pada hasil yang positif.
(takut tidak kaya, takut tidak sehat, takut tidak masuk surga, takut tidak dikasihi orang tua, takut tidak mampu beramal, dll.)

Apabila anda takut mati meninggalkan hutang, beban, kesengsaraan berati anda harus kaya

Selasa, 16 Desember 2008

Joko Susilo orang yang tamak-kah engkau?



Joko Susilo orang yang tamak-kah engkau? begitu sebuah pertanyaan bagi orang yang tidak suka, sinis, iri dengan kesuksesan orang lain, orang yang sakit!!

Di dunia ini masih dan tetap berlaku Hukum sebab dan akibat .
Siapa angkuh dia pantas di jauhi,


Siapa ramah dia pastas di dekati,
Siapa menghormati dia pantas di homati,
Siapa memberi dia pantas menerima,

Lalu ... siapa sih Joko Susilo,
Dia adalah orang yang telah menguras waktu, tenaga, dan fikiran untuk menciptakan sebuah Sistem Mesin Uang Otomatis di dunia internet bukan untuk dirinya sendiri, dia telah berusaha menyebarluaskan ilmunya agar orang lain dapat menikmati hidup layak, mendapatkan uang, pendeknya ... beliau telah menjadikan banyak orang lain kaya. Dia telah memberi kekayaan pada orang lain.

Lalu ... hukum berjalan. Hukum sebab dan akibat.
Siapa membantu orang lain kaya dia pantas menjadi kaya,
Dan ... Joko Susilo membantu orang lain kaya maka dia sangat pantas menerima ke-kaya-an itu. Jadi, Joko Susilo bukan orang yang tamak ... dia adalah orang yang murah hati, dan saya sangat berterima kasih padanya ... Saya ikut menikmati hasil karya beliau.

Saya ingat ceramah agama ... siapa yang selalu bersedekah (syodaqoh) maka Kekuasaan Tuhan akan mengembalikan kepadanya dengan kelipatan 700 kali.

Sekarang ... apakah anda pantas menerima ... ?
Mr Mario Teguh mengatakan, bangunlah sebuah kepantasan untuk menerima ... dan perhatikan apa yang terjadi.

Ketika saya berdiskusi dengan teman dekat saya, apa yang pantas diberikan pada sahabat yang telah membuat artikel di dunia maya ini begitu bermanfaat .. “ ya, berilah pujian karena sebentar lagi dia akan memujimu”. "Ya ... ini memang benar, saya merasakan itu. Tapi ... maksud saya mereka sangat pantas menerima ... sebagai penghargaan atas waktu, tenaga dan fikiran-nya dalam berkarya hingga menghasilkan manfaat bagi orang banyak. "Ya ... berilah apa yang bisa kamu lakukan dan ingat, jika kamu memberi maka kamu telah membangun kepantasan untuk menerima".

"Ya ... baiklah ... baiklah saya tahu itu".
Untuk mengikuti jejak pak Joko Susilo anda tak perlu klik apapun disini, Kalau klik di sini itu sangat mudah, anak saya klas 1(satu) SD klik waktu main geeeem. Laancaaar.
Memang ada syarat khusus yang harus dipenuhi,
Dupa, kemenyan arab, kain putih ... oh... ini tidak diperlukan, ini dunia maya bukan paranormal atau perdukunan. lalu apakah. Trus anda harus menyediakan uang lima juta ... ini juga tidak, karena saya mengharapkan anda kaya dari informasi saya ini yang berarti saya ikut membuat anda kaya seperti teori sebab dan akibat diatas tadi.

Jadi saya tidak minta dibayar untuk ini.
Trus apa saratnya mas Endro ... tak usah berbelit belitlah.!!

ANDA INGIN KAYA ... MAKA ANDA HARUS MEMBUAT ORANG LAIN KAYA.
ANDA MEMBUAT ORANG LAIN KAYA MAKA ANDA TELAH MEMBANGUN KEPANTASAN MENERIMA KE-KAYA-AN.
Jadi ...
Sarat utama anda harus bisa mengakses internet, membaca, dan mengetik.
Kalau akses internet sekarang anda terbukti sedang akses internet... BISA
Kalau membaca anda sekarang sedang membaca... OK
Kalau mengetik ....
Nah yang jelas anda harus bisa mengetik!
Saya kasih alamat dan anda ketik dimesin pencari ... BISA ( siapa takut)
Dihalaman ini ada mesin pencari di samping kiri halaman atau di paling bawah halaman... ketik
http://www.formulabisnis.com/?id=ensun

Jelas, kalau kurang jelas bisa lihat yang bawah ini

http://www.formulabisnis.com/?id=ensun

setelah di ketik lalu ENTER

Salam succes luar biasa
ENDRO SUNOTO, SP

Sabtu, 13 Desember 2008

Bersiaplah menghadapi masalah dan bedakan antara masalah kecil dan bencana


Suatu hari seorang Ayah (kepala keluarga) yang telah mengarungi samudra kehidupan ini merasa penuh dengan masalah yang silih berganti. Rasanya mau bunuh diri saja ... jika tidak mengingat bahwa si Bapak ini punya tanggungjawab atas anak dan istri. Karena merasa punya beban masalah yang udah sampai titik puncangnya (anggapan si Bapak) maka diputuskan untuk mencari orang tua yang dianggapnya mampu menguraikan persoalan hidupnya, sebut saja si Abah (orang yang berpengalaman dan berwawasan luas).

Bapak tersebut di hadapan Abah bercerita panjang lebar tentang masalahnya ...
“ mohon ... Abah ... saran nasihat atau apalah ... agar masalah saya dapat teratasi”

Sementara Abah setelah mendengarkan cerita si Bapak, trus masuk ke dalam rumah dan Bapak menunggu di ruang tamu. Didalam si Abah menyuruh pembantunya untuk menyiapkan makan siang di ruang makan, “masak sayur apa bi” tanya Abah sama pembatu. "Masak sayur lodeh Bah". Jawab bibi

Tidak begitu lama si Abah keluar membawa segelas air putih dan satu sendok garam dapur. Di hadapan Bapak si Abah ini mencampur garam dapur satu sendok dengan air dalam gelas lalu di sodorkan pada Bapak untuk meminumnya. Tidak pikir panjang lalu diminum ramuan tadi sambil ... hah ... asin,

Abah : “ bagaimana rasanya..??
Bapak : "Asin ... pait, gak enak".
Abah :
"ya sudah mari ikut saya, ... sekarang waktunya makan siang, kebetulan bibi masak sayur lodeh ... kesukaan saya".

Setelah selesai makan dengan sayur lodeh dan lauk seadanya si abah bertanya,
Abah :
"bagaimana rasanya masakan bibi ... sayur lodehnya"
Bapak : "enak Abah, ... pas dengan suasana"
Abah : "bibi tadi memasak sayur lodeh di beri garam satu sendok ... tetapi terasa enak dari pada minum segelas air yang di campur garam satu sendok"

"Nah ... artinya begini (abah menerangkan)
... sama-sama garam satu sendok kalau itu di telan langsung akan berbeda jika di pakai bumbu. Masalah bapak jika itu selalu di telan langsung pokok masalahnya maka akan menjadikan beban, walaupun masalah itu kecil tapi bisa menjadi bencana. Untuk itu jadikan masalah ini sebagai bumbunya orang hidup, di kelola dengan baik, hadapi dan terus maju. Fokus pada pemecahan masalah bukan pada masalahnya.

Sahabat saya ... anda dah baca kisah ini tentu anda sekarang berfikir . Apakah anda punya banyak uang untuk memenuhi keinginan anda sekarang ini. Jika tidak ... sekarang saatnya memecahkan masalah itu. Jika anda selalu memikirkan ... tidak punya uang ... tidak punya uang ... tidak punya uang ... kepala anda bisa pening, pusing, anda bisa stess (ibarat minum air garam, semakin diminum akan semakin haus).

Trus bagaimana ...
pikirkan saja "punya uang ... punya uang ... punya uang".
Akhirnya timbul pertanyaan bagaimana bisa punya uang, kapan harus punya uang, dimana bisa mendapatkan uang, apa yang bisa menghasilkan uang, dll. Maka jiwa dan raga anda akan bergerak sesuai perintah otak. Banyak cara menghasilkan uang seperti
bisnis internet lihat di http://www.formulabisnis.com/?id=ensun
Banyak sahabat yang siab membimbing anda, jika anda serius pada pilihan anda. Hentikan kegiatan yang tidak menyenangkan dan tidak menghasilkan, buatlah sumber uang karena hampir segalanya membutuhkan uang.

Salam Sukses
ENDRO SUNOTO, SP
Penyuluh Pertanian

Kamis, 11 Desember 2008

Untuk memperoleh impian gagasan saja tidaklah cukup


Pada klas pelatihan kelompok tani Gerhan (gerakan rehabilitasi hutan dan lahan) di Kecamatan pelaksana Gerhan di Kabupaten Kendal, saya melakukan permainan (Dinamika Kelompok) bersama petani yaitu mengambil harta karun.

Permainannya seperti ini :
Saya menyediakan gelas plastik dari bekas minuman air mineral, saya taruh di meja depan klas dengan cara dibalik dan dalamnya saya isi dengan uang satu juta (uang pura-pura).
Uang yang ada dalam gelas inilah yang saya maksudkan sebagai harta karun ... bagaimana cara mendapatkannya.

Semua peserta saya kasih kesempatan dua menit untuk memikirkan gagasan apa yang dapat menghasilkan harta karun satu juta tersebut.

Setelah dua menit berlalu saya tanya ... siapa yang tidak punya gagasan untuk permainan ini silahkan tunjukkan jari. (saya sengaja tidak menanyakan ... siapa yang punya gagasan ... karena kebiasaan petani yang telah cukup berumur diatas 45 tahun akan cenderung pasif, hanya diam saja). Dengan demikian tidak ada petani yang menunjukkan jari artinya (saya anggap) semua peserta pelatihan punya gagasan.

“Nah ... ternyata dengan gagasan bapak-bapak semua, uang yang ada di dalam gelas ini masih utuh. Trus ... bagaimana menurut bapak-bapak ...” ( ada yang menyampaikan usul agar gagasan itu di praktekkan sehingga terbukti).

Inilah yang saya maksudkan bahwa gagasan saja tidaklah cukup, mari kita ikuti kelanjutan permainan ini.

Saya sampaikan bahwa dalam permainan setiap gagasan yang sama harus dibatalkan (tidak boleh sama), harus punya gagasan baru ... silahkan maju untuk mempraktekkan gagasan tersebut.

Betul ... satu-persatu maju sampai kehabisan gagasan.
* salah satu maju langsung membuka gelas dan mengambil uangnya. (setiap selesai satu permainan uang saya tata kembali).
* ada yang maju lagi dengan membawa alat berupa kayu dan digunakan untuk menyingkirkan gelas plastik ... trus ambil uangnya.
* ada yang maju dengan membawa temannya, setelah didepan minta tolong temannya untuk mengambilkan uang yang ada dalam gelas.
* ada yang maju dengan temannya sambil membaya alat berupa kayu dan meminta tolong temannya untuk menggunakan kayu tersebut mengambil uang.

Dari permainan ini mereka menyimpulkan sebagai berikut :
* Untuk mendapatkan hasil dibutuhkan gagasan,
* Untuk mendapatkan hasil gagasan saja tidak cukup, harus ada tindakan nyata.
* Dalam pelaksanaannya bisa dilakukan sendiri.
* Dalam pelaksanaannya bisa menggunakan peralatan yang sesuai.
* Dalam pelaksanaannya bisa menggunakan tenaga orang lain yang bekerja untuk kita.
* Dalam pelaksanaannya bisa menggunakan tenaga dan alat orang lain.

Selama permainan saya perhatikan, mereka yang tua-tua cenderung diam, menonton (memperhatikan) mungkin mereka merasa lebih berpengalaman ... Dari beberapa kecamatan di Kabupaten Kendal ... ada yang peserta tua justru lebih bersemangat.

Saya menambahkan dalam kesimpulan diatas, bahwa setiap orang akan bertindak (melakukan gagasan) apabila memiliki gairah.
Gairah inilah yang mendorong orang mau melaksanakan gagasan-gagasan sehingga mencapai kesuksesan. Gairah dapat menjadi motivator ampuh.

Salam Sukses.
ENDRO SUNOTO, SP
Penyuluh Pertanian