
Hampir tiap tahun ada saja berita tentang anjloknya gerbong kereta api, tentu saja yang menyebabkan berbagai macam masalah diantaranya adalah kondisi rel kereta, kondisi gerbong kereta dan kecepatan laju kereta.
Begitu juga di dunia bisnis bisa terjadi kecelakaan dengan berbagai alasan diantaranya adalah kebijakan yang tidak memadai, sumber daya manusia (SDM) yang kurang jiwa pengabdiannya, perencanaan yang kurang matang dan lain sebagainya.
Para ahli per-keretaapian bekerja menyelidiki sebab-sebab terjadinya kecelakaan, dan memperkirakan apakah ada yang layak untuk diangkat di rel kereta agar bisa berjalan lagi, atau ada yang harus diperbaiki dulu baru bisa dioperasikan, atau bahkan ada yang harus di keluarkan karena tidak layak. Mengapa demikian, karena jika memaksakan diri semua gerbong dijalankan justru akan mempertaruhkan keselamatan kereta api itu sendiri. Bisa jadi kereta api akan terjadi kecelakaan yang lebih parah.
Sahabat yang sukses ... jika bisnis anda terganggu, segera cari tahu penyebabnya, pelajari kenapa bisa terjadi, mungkin pihak management yang kurang pas, atau pihak karyawan yang hanya minta gaji tinggi tapi tidak produktif, maka cari siapa saja yang layak untuk naik di rel kereta kesuksesan, siapa saja yang perlu dibina dulu, atau siapa yang perlu dikeluarkan. Jika dibiarkan saja berlarut-larut maka kebangkrutan ada di depan mata.
Saya dan beberapa sahabat, mendirikan lembaga ekonomi mikro syariah dengan label BMT dengan bentuk badan hukum Koperasi. Dalam perjalanan selama enam tahun kami menemukan kejanggalan berupa kredit macet, karena jumlahnya banyak maka diputuskan untuk membentuk tim penagihan dari pengurus. Hasil dari tim ini sangat mengejutkan karena mereka yang terdaftar sebagai kreditur dengan jumlah pinjaman dua puluh juta rupiah, tidak pernah merasa pinjam di BMT kami. Sehingga kami melakukan sidang dengan pihak manager ... alhasil manager inilah sebagai biang olengnya kereta kesuksesan kami.
Kesempatan untuk memperbaiki kinerjanya sambil mengembalikan uang yang telah dipakai, kami beri waktu hingga dua tahun ... hasilnya nol besar, terpaksa di keluarkan dan kami menunjuk manager yang baru. Akhirnya beliau pergi ke Korea sebagai TKI dan mulailah dia mengangsur hutangnya, jika tidak akan kami laporkan pada yang berwajib.
Hari ini saya mendampingi pengurus baru kelompok LKMAS (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Syariah) “SEMAWUR INDAH” untuk mencairkan dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) senilai seratus juta rupiah. Saya berpesan seperti cerita diatas tentang anjloknya gerbong kereta api kepada pengurus dan anggota LKMAS, agar bisa diambil hikmahnya.
Buatlah ketegasan terhadap hal-hal yang dapat membuat olengnya atau anjlognya laju kereta kesuksesan ... jika tidak maka kecelakaan yang lebih parah bisa terjadi.
Salam sukses
ENDRO SUNOTO, SP